Kondang Merak merupakan salah satu pantai selatan yang berlokasi di
daerah Batur, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Selain indah dengan butiran
pasirnya yang unik karena cukup besar seperti biji merica, konon pantai
ini juga memiliki aura mistis yang banyak didatangi mereka yang berniat
melakukan ritual-ritual khusus. Pada waktu-waktu tertentu,
pengunjung bisa melihat ada saja yang melakukan ritual mandi dengan
telanjang bulat di pantai nan indah itu.
Nama Pantai Kondang
Merak, konon diambil lantaran dulu pantai ini banyak didatangi burung
merak. Burung-burung merak ini datang ke pantai ini untuk mencari air
minum. Maklum, air di pantai ini memiliki rasa payau, akibat terjadinya
percampuran antara air laut dan air tawar. Mulai sejak itulah pantai ini
menjadi terkenal dengan sebutan Pantai Kondang Merak.
Pantai ini memang tidak setenar tetangganya, yaitu Pantai Bale Kambang, yang hanya berjarak sekitar 4 km. Itu bisa dilihat dari papan penunjuk jalan yang terpasang. Meski sebenarnya, untuk menuju pantai ini kita harus melakukan perjalanan sekitar 20 menit menerobos hutan belantara yang masih alami, dengan jalannya yang masih makadam alias tidak beraspal. Inilah salah satu daya tarik tersendiri, sedikit bertualang untuk menuju pantai Kondang Merak.
Pantai ini memang belum seramai wisata pantai lainnya di wilayah Malang Selatan. Boleh dikata masih perawan karena belum tersentuh eksploitasi. Selama perjalanan kita disuguhi eksotisme alam dengan bau dedaunan yang khas karena kiri dan kanan jalan hutan belantara. Sesampai di dekat pantai, kita bisa menemukan sebuah pos dulunya mungkin sempat digunakan sebagai tempat penarikan tiket masuk. Kini pos tersebut sudah tampak tak terawat karena tak berpenghuni.
Pantai ini memang tidak setenar tetangganya, yaitu Pantai Bale Kambang, yang hanya berjarak sekitar 4 km. Itu bisa dilihat dari papan penunjuk jalan yang terpasang. Meski sebenarnya, untuk menuju pantai ini kita harus melakukan perjalanan sekitar 20 menit menerobos hutan belantara yang masih alami, dengan jalannya yang masih makadam alias tidak beraspal. Inilah salah satu daya tarik tersendiri, sedikit bertualang untuk menuju pantai Kondang Merak.
Pantai ini memang belum seramai wisata pantai lainnya di wilayah Malang Selatan. Boleh dikata masih perawan karena belum tersentuh eksploitasi. Selama perjalanan kita disuguhi eksotisme alam dengan bau dedaunan yang khas karena kiri dan kanan jalan hutan belantara. Sesampai di dekat pantai, kita bisa menemukan sebuah pos dulunya mungkin sempat digunakan sebagai tempat penarikan tiket masuk. Kini pos tersebut sudah tampak tak terawat karena tak berpenghuni.
Di pinggir pantai beberapa pengunjung tampak
mendirikan tenda. Meski termasuk dalam deretan pantai selatan, Kondang
Merak dikenal memiliki arus laut dan ombak yang tidak dahsyat seperti
pantai selatan umumnya. Bahkan di pantai ini ombaknya tergolong tenang.
Itu lantaran banyak terdapat gunung-gunung karang kecil yang berderet
meredam ombak pantai selatan.
Melihat batu karang yang kokoh
dengan deburan ombak yang tenang, serta hamparan pasir putih yang
lembut, menjadi sajian panorama yang indah terbentang luas di Pantai
Kondang Merak.
Karang dan tebing yang menghiasi sekeliling Pantai Kondang Merak seakan memperindah kecantikan pantai ini. Dengan tebing-tebingnya yang kokoh, bak seni pahatan yang menunjukkan tak akan mampu dibuat oleh manusia.
Begitu juga karang yang terlihat saat air laut surut, membuat Pantai Kondang Merak terlihat lebih eksotis. Ditambah lagi adanya latar belakang hutan dengan pepohonan yang rindang, sungguh membuat suasana hati menjadi nyaman dan tentram saat berada di pantai ini.
Apalagi di pantai yang tenang ini membuat Anda seolah terputus dari dunia luar, karena kehilangan sinyal. Di sini tidak terdapat sinyal untuk ponsel. Benar-benar tenang dan fokus untuk menikmati keindahan alam di sana.
Pantainya yang berlumut dan memiliki banyak tumpukan terumbu karang, spons, dan kerang di penghujung pantainya. Yang paling unik dari pantai ini adalah pasirnya yang besar-besar seperti merica, mengingatkan kita seperti Pantai Kuta di Lombok.
Memang, ada satu hal yang unik dan bisa membelalakan mata Anda. Mereka yang berkemah di sekitar pantai, ternyata memiliki tujuan yang bermacam-macam. Ada yang memang sekadar berkemah di tepi pantai untuk menikmati keindahan alam. Tetapi ada juga yang berkemah dengan tujuan menjalankan ritual-ritual tertetntu di pantai ini.
Itu terlihat saat sore hari sekitar pukul 15.00 WIB, ada yang melakukan semacam ritual upacara dengan mandi di pantai ini. Tetapi yang unik dan mengejutkan, mereka melakukanya tanpa busana. Bagi mereka yang sudah pernah datang dan tahu ritual tersebut dijalankan di pantai ini, menanggapinya biasa saja, dan bahkan menjadi sajian tersendiri bagi ‘paket’ wisatanya. Tetapi bagi yang belum pernah tahu, hal ini kontan membuatnya terkejut bahkan ada yang merasa risih.
Karang dan tebing yang menghiasi sekeliling Pantai Kondang Merak seakan memperindah kecantikan pantai ini. Dengan tebing-tebingnya yang kokoh, bak seni pahatan yang menunjukkan tak akan mampu dibuat oleh manusia.
Begitu juga karang yang terlihat saat air laut surut, membuat Pantai Kondang Merak terlihat lebih eksotis. Ditambah lagi adanya latar belakang hutan dengan pepohonan yang rindang, sungguh membuat suasana hati menjadi nyaman dan tentram saat berada di pantai ini.
Apalagi di pantai yang tenang ini membuat Anda seolah terputus dari dunia luar, karena kehilangan sinyal. Di sini tidak terdapat sinyal untuk ponsel. Benar-benar tenang dan fokus untuk menikmati keindahan alam di sana.
Pantainya yang berlumut dan memiliki banyak tumpukan terumbu karang, spons, dan kerang di penghujung pantainya. Yang paling unik dari pantai ini adalah pasirnya yang besar-besar seperti merica, mengingatkan kita seperti Pantai Kuta di Lombok.
Memang, ada satu hal yang unik dan bisa membelalakan mata Anda. Mereka yang berkemah di sekitar pantai, ternyata memiliki tujuan yang bermacam-macam. Ada yang memang sekadar berkemah di tepi pantai untuk menikmati keindahan alam. Tetapi ada juga yang berkemah dengan tujuan menjalankan ritual-ritual tertetntu di pantai ini.
Itu terlihat saat sore hari sekitar pukul 15.00 WIB, ada yang melakukan semacam ritual upacara dengan mandi di pantai ini. Tetapi yang unik dan mengejutkan, mereka melakukanya tanpa busana. Bagi mereka yang sudah pernah datang dan tahu ritual tersebut dijalankan di pantai ini, menanggapinya biasa saja, dan bahkan menjadi sajian tersendiri bagi ‘paket’ wisatanya. Tetapi bagi yang belum pernah tahu, hal ini kontan membuatnya terkejut bahkan ada yang merasa risih.
Konon, usut
punya usut, ternyata yang mereka lakukan itu semacam ritual mencari
pesugihan di laut selatan. Hehehe…siapa ingin coba!

No comments:
Post a Comment