Miniatur Ka'bah di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa
Timur, itu bukan dibangun tanpa sebab. Bukan untuk gaya-gayaan, bukan
pula pamer. Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin mengatakan, tujuan
pembangunan miniatur Ka'bah itu atas permintaan sejumlah ulama yang
menginginkan para calon jemaah haji bisa melakukan latihan ibadah haji
secara sempurna sebelum menunaikan ibadah di Tanah Suci.
"Itu atas
permintaan para ulama dan elemen masyarakat, yang ingin latihannya
semakin sempurna sebelum benar-benar berhaji di Mekkah. Tak hanya untuk
masyarakat Kabupaten Probolinggo, dari luar kota kami persilakan
menggunakannya. Silakan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata," tukasnya.
- ingin lihat album Miniatur Ka'bah (Klik disini)
Pengakuan Hasan diamini Ketua PCNU
Kabupaten Probolinggo, KH Saiful Hadi. Kiai humoris ini menceritakan,
pada 2004 lalu ketika membimbing manasik haji, para calon jemaah haji
merasa latihannya kurang lengkap dan mantap. Maklum, saat tawaf mereka
hanya mengelilingi Ka'bah yang terbuat dari bambu dan kain hitam.
"Latihannya menggunakan alat yang sangat sederhana," terangnya.
Saat
latihan manasik, Kiai Saiful sengaja mengundang Bupati Hasan untuk
hadir mendengarkan permintaan calon jemaah haji supaya disediakan
fasilitas latihan ibadah haji yang representatif. Permintaan itu
ternyata dijawab dengan miniatur Ka'bah. Hasan lalu mengumpulkan anggota
DPRD, para ulama, dan elemen masyarakat untuk merencanakan pembangunan
miniatur Ka'bah. Sekarang, kata Kiai Saiful, "Kita sudah memiliki
Ka'bah, meski cuma miniaturnya. Lintasan tawaf, Shofa-Marwah, dan
jumarat ada juga."
Bukankah miniatur Ka'bah itu akan mubazir jika
hanya digunakan para calon jemaah haji menjelang bulan Dzulhijjah? Kiai
Saiful menjawab tidak. Sebab, ujarnya, miniatur tak hanya dimanfaatkan
oleh calon jemaah haji, para murid TK, MI, MTs, MA, atau sederjat juga
kerap memanfaatkan miniatur untuk latihan haji. Bahkan, fungsionaris
PCNU dari luar daerah seperti PCNU Jember dan Bondowoso berencana
"meminjam" miniatur untuk tempat latihan.
"Jelas sudah betapa
besarnya manfaat miniatur Ka'bah itu. Tak cuma bagi calon jemaah haji,
bagi murid yang ingin mempertegas teori haji bisa mempraktikkannya di
wisata religi miniatur Ka'bah. Hanya saja, wisata religi di sana perlu
dibenahi, misalnya dibangunkan tempat istirahat dan mendatangkan PKL.
Pengunjung yang kelelahan agar bisa istirahat dan bisa membeli makanan
dan minuman," ujarnya

No comments:
Post a Comment