Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak
komodo (Varanus komodoensis), adalah spesies kadal terbesar di dunia
yang hidup di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami
di Nusa Tenggara (INDONESIA).
Komodo termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klas Toxicofera. Dia kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil.
Komodo termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klas Toxicofera. Dia kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil.
Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.
Komodo ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang.
Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Populasi di Pulau Komodo diperkirakan sekitar 1.061 ekor pada tahun 1998, menurun dari 1.722 pada tahun 1997. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo, didirikan untuk melindungi mereka.
Komodo makannya apa ya? Mangsa utamanya ialah rusa, tetapi ia juga makan babi hutan, kerbau, kuda, kera berekor panjang, anjing, kambing, telur penyu dan telur burung, aneka burung, serta binatang kecil lainnya. Satwa yang muda juga memakan serangga. Ia lebih suka makan bangkai, dan bersifat kanibal (memakan anggota spesiesnya sendiri).
Air liur satwa komodo sangat septik dan binatang biasanya mati dalam waktu seminggu disebabkan oleh keracunan darah setelah digigit. Komodo menggunakan petunjuk bau untuk menemukan mangsanya, dan biasanya mengadang atau menyerang binatang yang sedang tidur.
Jika mereka tidak dapat membunuh mangsanya segera, mereka akan mengikuti mangsa yang digigit dan menunggu sampai ia melemah dan mati. Mereka mampu makan sampai 80 persen dari bobot badan sekaligus dan makan bila ada kesempatan.
Untuk mencerna makanan cukup besar diperlukan waktu sekitar satu minggu. Wah, lama juga ya makannya...
Mereka berkembang biak dengan cara bertelur. Betina komodo bertelur sekitar 15-30 butir dalam sarang yang dibuat dari pasir atau daun kering sekali setahun. Bagian terbesar telur terdapat pada bulan Agusuts-September. Kadang-kadang, betina bertelur di sarang burung gosong. Sarangnya dijaga hanya selama bulan-bulan pertama saja.
Setelah menetas pada bulan Maret-April, satwa muda mandiri, kendati ukurannya kecil (rata-rata 80,3 gram dan panjang 30,4 cm) dan menghabiskan sebagian besar waktunya di pohon untuk menghindari dimangsa oleh komodo yang dewasa, anjing liar dan babi.
Strategi ini juga memungkinkan komodo muda untuk memperoleh makanan seperti telur burung, burung muda, serangga, kadal, tanpa perlu bersaing dengan satwa dewasa.
Satwa komodo secara khas berlindung di hutan pada waktu malam, atau di gorong-gorong, dan muncul untuk berpanas di matahari (untuk mengatur suhu badannya) di padang rumput pada siang hari. Mereka sering ditemukan di dataran rendah, seringkali bermain di dekat pantai.
Hingga kini, komodo menjadi kebanggaan warga Pulau Komodo karena menjadi sumber pendapatan penduduk lokal dari para wisatawan yang berkunjung ke pulau yang berpenduduk kurang lebih 4.000 jiwa ini.

No comments:
Post a Comment