Candi Badut terletak di desa Karangbesuki, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, 10 kilometer dari kota Malang. Untuk sampai kelokasi harus mengikuti jalan ke Batu sampai di Dinoyo, kemudian membelok ke selatan sampai Karang besuki terus ke barat dan setelah melewati kali Metro sampailah ke Desa Badut. Di barat daya Desa Badut terletak bangunannya di atas dataran tinggi kira-kira 500 meter di atas permukaan laut. Dataran tinggi tersebut dikelilingi oleh gunung-gunung seperti Gunung Kawi di selatan, Gunung Arjuna di barat, Gunung Tengger di utara dan ditimur adalah Gunung Semeru. Sedangkan Candi Badut terletak di kaki Gunung Kawi.
- Ingin lihat album Candi Badut yang lain (klik disini)
| Badut Temple |
Candi Badut dibangun pada abad VIII M, merupakan peninggalan dari masa pemerintahan kerajaan Kanjuruhan yang berpusat di Dinoyo (barat laut Malang). Masa pendirian bangunan dihubungkan dengan prasasti Dinoyo 760 Masehi (682 Saka). Prasasti dibuat dari batu bertuliskan huruf Kawi, berbahasa Sansekerta dan menyebutkan bahwa pada abad VIII M, ada kerajaan berpusat di Kanjuruhan. Sekarang disebut Desa Kejuron) di bawah pemerintahan raja Dewa Simha yang berputera seorang laki-laki bernama Limwa. Limwa mempunyai seorang puteri. Uttejana yang menikah dengan Jananeya. Limwa menggantikan ayahnya dan berganti nama dengan Gajayana. Pada pemerintahan Gajayana itulah didirikan Candi Badut.Dikatakan pula bahwa pendirian bangunan tersebut tanggal 1 Kresna paksa bulan Margasirsa tahun 682 Saka (28 Nopember 760 Masehi) untuk tempat Agastya berikut arcanya dari batu hitam yang sangat indah. Arca tersebut ditasbihkan oleh para pendeta yang paham akan kitab Weda beserta para petapa sthapaka dan rakyat. Pada kesempatan ini raja menganugerahkan sebidang tanah, sapi dan kerbau, budak laki-laki dan perempuan sebagai penjaga, juga segala keperluan untuk pendeta seperti keperluan pemujaan,penyucian diri dan bangunan tempat peristirahatan para pengunjung.
Disebutkan pula tentang sebuah lingga yang keramat. Di dalam candi tersebut tidak terdapat Agastya melainkan sebuah lingga yang dianggap sebagai lambangnya Prasasti Dinoyo sekarang disimpan di Museum Pusat Jakarta dengan nomor D.113.
Dahulu Candi Badut merupakan suatu kompleks yang dikelilingi pagar tembok, sekarang telah hilang. Letak bangunan candi tidak di pusat halaman candi. Candi ini terbuat dari bahan batu andesit. Denahnya bujur sangkar dengan ukuran 15x15 meter. Pintu masuk ada di barat. Pada pintu masuk keruang candi dihiasi Kalamakara. Secara horizontal Candi Badut terbagi atas tiga bagian yaitu kaki, badan dan atap.
Bagian kaki
| Di dalam Candi Badut |
Bagian badan
Badan candi bentuknya tambun karena lebih besar dari tingginya. Pntu bilik berpenampil (poritico) yang mengingatkan pada langgam seni bangunan Jawa Tengah. Pada tangga sebelah selatan terdapat Kinara-Kinari.
Pada ketiga sisinya terdapat relung-relung dan di dalamnya terdapat arca Durga (relung utara), guru atau Agastya (relung selatan), sedangkan di relung timur arcanya telah hilang, tetapi biasanya berisi arca Ganesa. Relung-relung berkambikan (berbingkai) pelengkung kara makara yang biasanya terdapat di Jawa Tengah. Di sisi kiri-kanan pintu masuk terdapat relung-relung kecil dengan penampil berisi Mahakala dan Nandiswara. Bidang-bidang di samping relung-relung itu diisi dengan hiasan pola bunga. Dalam bilik candi terdapat lingga dan yoni.
Pada pemugaran tahun 1925 ditemukan pripih di antara reruntuhan dinding luar bilik candi bagian belakang.
Bagian Atap
Bagian atap candi telah rusak. Menurut hasil rekonstruksi yang dimuat dalam OV 1929 tampak bagian atap candi terdiri atas dua tingkat yang serupa dengan tubuh candi tetapi makin ke atas semakin kecil dan ditutup dengan puncak ratna. Hiasan yang terdapat pada atap berupa antefix.
| Panorama yang indah |
Dengan adanya arca Durga, Agastya dan lingga yoni maka Candi Badut merupakan candi-candi agama Hindu.
Candi Badut telah selesai (purna) pugar pada 1993 oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Setelah pemugaran selesai dan perbaikan jalan menuju ke kompleks percandian dapat dicapai dengan kendaraan bermotor,maka kompleks tersebut layak dijadikan objek wisata
No comments:
Post a Comment