Wednesday, 6 June 2012

Adam Khoo

ADA satu cerita menarik tentang orang Singapura yang bernama Adam Khoo. Pada umur 26 tahun dia mempunyai empat bisnis yang beromzet US$ 20 juta. Ketika umur 12 tahun Adam dicap sebagai orang yang malas, bodoh, agak terbelakang dan tidak ada harapan. Ketika masuk SD, dia benci membaca; maunya hanya main game komputer dan nonton TV. Karena tidak belajar, banyak nillai F yang membuat dia semakin benci kepada gurunya; benci belajar, bahkan juga benci terhadap sekolah.

Saat duduk dikelas 3 dia dikeluarkan dari sekolah, dan pindah ke sekolah yang lain. Ketika mau masuk SMP, dia ditolak enam sekolah, dan akhirnya masuk sekolah terjelek yang ada di Singapura. Di sekolah yang begitu banyak orang bodohnya dan tidak diterima di sekolah yang baik itu, Adam khoo termasuk yang paling bodoh. Di antara 160 murid seangkatan, Adam Khoo menduduki peringkat 10 terbawah.

Orang tuanya panik dan mengirim dia ke banyak les, tapi hal itu tidak menoong sama sekali. Disebuah sekolah dengan rentangan nilai 0-100, rata-rata nilai yang ia peroleh adalah 40. Bahkan guru matematikanya pernah mengundang ibunya dan bertanya, “Kenapa di SMP  kelas 1, Adam khoo tidak bisa mengerjakan soal kelas 4 SD?” Pada umur 13 tahun, Adam khoo dikirim ke Super-Teen Program yang diajar Ernest Wong, yang menggunakan teknologi Accelerated Learning, Neuron Linguistic Programing (NPL) dan Whole Brain Learning. Sejak saat itu keyakinan Adam Khoo berubah. Ia yakin dia bisa. Ditunjukkan oleh Ernest Wong bahwa semua orang bisa menjadi genius dan menjadi pemimpin walaupun awalnya goblok sekalipun. Dikatakan oleh Ernest Wong, “satu-satunya hal yang bisa menghalangi kita adalah keyakinan yang salah serta sikap yang negatif.” Kata kata ini memengaruhi Adam Khoo. Dia akhirnya memiliki keyakinan bahwa kalau ada orang yang bisa mendapatkan nilai A, dia juga bisa. Selama ini Adam Khoo bodoh, karena dia masih muda, naif dan menerima sepenuh hati kata-kata orang lain yang negatif.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Adam Khoo berani menentukan targetnya, yaitu mendapatkan nilai A untuk semua mata pelajaran. Dia menetukan goal jangka pendeknya, yaitu masuk ke Victoria (SMA terbaik di Singapura), tujuan jangka panjangnya Masuk National University of Singapra dan menjadi murid terbaik di sana.

Ketika kembali ke sekolah, Adam Khoo langsung teke action dengan menempel kata-kata motivasional yang dia gambarkan sendiri dan belajar menggunakan cara belajar yang benar—cara yang tidak pernah diajarkan di sekolah manapun—menggunakan teknik membaca cepat, cara mencatat menggunakan kedua belah otak, dan menggunakan teknik super memori, dan ketika Adam Khoo ditanyai oleh gurunya, dia bisa menjawab dengan tepat.

Ketika teman-teman dan gurunya bertanya apa yang akan diraih, dijawab Adam Khoo bahwa dia akan menjadi rangking No. 1 di sekolahnya, masuk Victoria Junior College dan Nasional University of Singapore. Semua menertawakannya, karena tidak pernah terjadi dalam sejarah bahawa lulusan SMP tersebut masuk Victoria Junior College dan Nasional University of Singapore. Bukanya jadi loyo karena ditertawakan, Adam Khoo malah semakin tertantang untuk semakin bekerja dengan cerdas dan keras untuk mencapai impiannya dan mengubah sejarah.

Dalam waktu tiga bulan rata-rata nilainya naik menjadi 70. Dalam satu tahun, dari ranking terbawah dia menduduki ranking 18. dan ketika lulus SMP, dia menduduki ranking 1 dengan nilai ujian akhir murni A semua untuk enam mata pelajaran yang diuji. Dia kemudian diterima di Victoria Junior College dan mendapatkan nilai bulat untuk tiga mata pelajaran favoritenya. Lulus dari Victoria...akhirnya dia diterima di Nasional University of Singapore (NUS) dan karena di universitas itu dia setiap tahun menjadi juara, akhirnya Adam Khoo dimasukkan ke NUS Talent Development Program. Program ini diberikan khusus kepada TOP 1 persen mahasiswa yang dianggap jenius.

Bagaimana seorang yang tadinya dianggap bodoh, agak terbelakang, dan tidak punya harapan, serta menduduki ranking terendah di kelasnya bisa berubah, menjadi juara kelas dan dianggap genius? Nah, anda sudah tahu apa yang dikatakan oleh Ernest Wong, “yang menghabat kita adalah keyakinan yang salah dan sikap negatif.”

Biarlah orang lain menertawakan semua impian-impian yang telah kita rancang...toh pencapaian yang diperoleh oleh Adam Khoo dulunya adalah sebuah coretan impian yang menjadi bahan tertawaan orang-orang disekitarnya...

Sering kali...kita merasa minder dengan kemampuan yang kita miliki...padahal..semua orang di dunia itu diciptakan oleh Allah dengan keunikan tersendiri...diciptakan dengan berbagai macam karakteristik yang berbeda pula...dengan perbedaan itulah yang membuat kita menjadi sosok pribadi yang spesial...

jadi...sebenarnya karakter masing-masing individu itu bisa dirubah...asalkan ada keinginan dan kemauan yang kuat untuk merubahnya...seperti yang dikatakan oleh Benet (penyusun dan pemrakarsa test IQ) : bahwasannya kecerdasan secara Intelektual, skill individu dan kecerdasan verbal...sebenarnya bisa dibentuk asalkan ada kemauan dari masing-masing individu untuk melakukannya....

2 comments: