Tuesday, 3 September 2013

Lahirnya Werkudara

Bima
 Nama-nama lain :
  • Bratasena
  • Balawa
  • Birawa
  • Dandungwacana
  • Nagata
  • Kusumayuda
  • Kowara
  • Bima
  • Pandusiwi
  • Bayusuta
  • Sena
  • Wijasena
  • Jagal Abilawa
Raden Werkudara atau Bima merupakan putra kedua dari Dewi Kunti dan Prabu Pandudewanata. Tetapi ia sesungguhnya adalah putra Batara Bayu dan Dewi Kunti sebab Prabu Pandu tidak dapat menghasilkan keturunan. Ini merupakan kutukan dari Begawan Kimindama. Namun akibat Aji Adityaredhaya yang dimiliki oleh Dewi Kunti, pasangan tersebut dapat memiliki keturunan.

Puntadewa (Yudistira)

Nama lain Puntadewa :

     * Ajataśatru, "yang tidak memiliki musuh".
    * Bhārata, "keturunan Maharaja Bharata".
    * Dharmawangsa atau Dharmaputra, "keturunan Dewa Dharma".
    * Kurumukhya, "pemuka bangsa Kuru".
    * Kurunandana, "kesayangan Dinasti Kuru".
    * Kurupati, "raja Dinasti Kuru".
    * Pandawa, "putera Pandu".
    * Partha, "putera Prita atau Kunti". Beberapa di antara nama-nama di atas juga dipakai oleh tokoh-tokoh Dinasti Kuru lainnya, misalnya Arjuna, Bisma, dan Duryodana. Selain nama-nama di atas, dalam versi pewayangan Jawa masih terdapat beberapa nama atau julukan yang lain lagi untuk Yudistira, misalnya:

Pandu Lahir


Syahadan, sekembali prabu Abyasa, raja Astina, dari berburu binatang di hutan, di istana permaisuri raja yang muda, bernama Dewi Ambaini, melahirkan putra, amat bagus rupanya. Hyang Narada pun hadir dalam kelahiran bayi tersebut, dan berkatalah Hyang Narada kepada prabu Abyasa, Wahai, prabu Abyasa, putramu sudarma, atas kehendak hyang Girinata, akan diadu dengan raja Kiskenda, prabu Nagapaya. Agaknya memang prabu Nagapaya tak dapat diundurkan kemauannya untuk memperoleh jodho Dewi Supraba. Prabu Abyasa berdatang sembah, Hyang Narada, sesungguhnya meski kamipun telah pernah disaraya (dimintai bantuan) dewa untuk mengundurkan balatentara dari Kiskenda, namun tak kuasalah kami mengundurkannya, semoga Sudarma, bayi tersebut dapat memenuhi keinginan hyang Girinata. Hyang Narada segera pergi ke Suralaya dengan membawa bayi si Sudarma.

Sunday, 7 July 2013

Tukang Becak dan Bayi Perempuannya


Tukang Becak dan Bayi Perempuannya

Hati siapa yang tidak tersentuh melihat seorang pria menarik becak di siang hari yang panas sambil menggendong bayi? Hal ini benar-benar terjadi di India. Pria ini mengasuh bayinya karena sang istri meninggal setelah melahirkan dan tidak ada yang bersedia merawat sang bayi.

ARUS LAUTAN

ARUS LAUTAN

MASA DAN SIRKULASI AIR LAUTAN

  •     Masa air lautan

            Berdasar pada perbedaan Suhu dan Salinitas dan pengaruhnya terhadap Densitas

  •     Masa air permukaan (upper water mass):

            meliputi semua masa air yang terdapat di atas daerah termoklin

  •     Masa air dalam (deep water mass):

            Meliputi semua masa air yang terdapat dibawah lapisan termoklin sampai dasar perairan

Friday, 17 May 2013

Pengorbanan Seorang Ayah

Miris! Begini Cara Seorang Bapak Malang Ini Demi Membahagiakan Anaknya..
“Karena hujan yg tidak kunjung berhenti, akhirnya saya memutuskan menerobos hujan, karena hari sudah malam…
Dan sampai di Cikini, perut udah ga bisa diajak kompromi, akhirnya saya memutuskan mampir di warung nasi tenda dipinggir jalan..
lagi asik asiknya menikmati pecel lele, masuklah seorang bapak, dg istri & 2 anaknya..
Yg menarik adalah kendaraan mereka adalah gerobak dorong..

Tuesday, 14 May 2013

Pantai Rajegwesi Banyuwangi (Jawa Timur)

Pantai Rajegwesi berombak relatif kecil jika dibandingkan dengan pantai selatan lainnya, dimanfaatkan masyarakat sekitar kawasan untuk tempat pelabuhan kapal-kapal nelayan penangkap ikan dan sekaligus sebagai tempat pelelangan ikan. Rajegwesi merupakan salah satu tempat yang dikunjungi oleh berbagai wisatawan baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman), karena memiliki obyek dan daya tarik wisata yang bervariasi.

Berbagai aktivitas dapat dilakukan wisatawan seperti melihat pantai, mandi dipantai, bersantai di pantai, foto, surfing, snorkling, camping dan kuliner (makan ikan bakar segar).

Atraksi wisata budaya yang sering dikunjungi wisatawan berupa wisata agro  dan aktivitas masyarakat berupa cara pembuatan gula jawa (nderes) mulai dari pengambilan air kelapa sampai proses pembuatan gulanya.

Kisah Kakek Tua yang Mengharukan

Berikut adalah kisah kakek tua/orang tua yang menyedihkan dengan keadaan nya yang sudah tua dan tak mampu lagi untuk menjadi seperti halnya kita yang bisa mengerjakan sesuatunya dengan sendiri. Mungkin cerita ini telah lama meskipun dengan kata-kata yang berbeda saya akan coba bagikan kesahabat motivasi untuk di jadikan motivasi dan bahan renungan bagi kita.

Watu Dodol Banyuwangi (Jawa Timur)

Apabila Anda sering beperpegian ke Bali lewat darat, terutama lewat utara Jatim, yaitu kawasan Situbondo, maka saat memasuki wilayah Banyuwangi Anda akan disambut Gapura Kejut. Ada patung Gandrung (Kesenian khas Banyuwangi) di sebelah kiri. Deburan ombak dengan air laut yang benaing, serta ada onggokan batu besar di tengah jalan. Itulah yang disebut Watu Dodol.
Konon menurut cerita yang berkembang di masyarakat setempat, nama “Watu Dodol” itu menceritakan asal muasal batu itu. Watu bahasa Jawa, dalam bahasa Indonesia Batu. Dodol, atau dalam masyarakat Using disebut Jenang. Nama jenang itu, biasanya diikuti jenis bahan bakunya. Misalnya, jenang ketan, karena terbuat dari beras ketan. Jenang Selo dan sebagainya. Nah dari sini, cerita asal usul watu dodol terlihat sekali bukan berasal dari masyrakat lokal. Apalagi pelaku cerita adalah Kyai Semar, tokoh pewayangan. Padahal warga Using (asli Banyuwangi), tidak mengenal tradisi pewayangan.

Cafe & Rest Area Gumitir

Gumitir merupakan suatu kawasan di perbatasan Jember dan Banyuwangi.   Pengguna jalan jurusan Jember Banyuwangi tentu mengenal kawasan ini karena mempunyai jalan yang berkelak kelok.   Lingkungan sekitar yang berupa hutan dan kebun kopi membuat daerah ini hawanya sejuk.
Di lingkungan Gumitir terdapat perkebunan kopi yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara XII (Persero), yaitu Kebun Gunung Gumitir.   Perkebunan yang terletak di ketinggian 624 meter dari permukaan laut dan berjarak 39 km dari kota Jember ini mengelola kopi jenis Robusta.   Kopi ini rasanya sangat mantap dengan bodi yang kuat.
Sebagai upaya memanfaatkan peluang guna mendapatkan sumber pertumbuhan baru, maka manajemen Kebun Gunung Gumitir membuat rest area di lokasi kebun yang berada di pinggir jalan Jember Banyuwangi.   Di rest area tersebut berdiri Café  Gumitir.  Cafe ini mulai beroperasi tanggal 14 Maret 2010 dengan bangunan yang masih belum permanen.   Pada awal bulan Nopember  tahun 2011 mulai dibangun cafe permanen dengan desain yang bersahabat dengan alam.   Untuk selanjutnya dalam jangka menengah rest area ini akan dikembangkan sebagai tempat wisata agro kopi.